Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang ini sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah krisis moral yang timbul sekarang-sekarang ini. Antara lain seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan , meningkatnya pornografi, serta kekerasan, hal tersebut hanya segelintir contoh krisis moral yang terjadi dan yang terlihat. Hal itu mengindikasikan bahwa pentingnya pendidikan karakter.
Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behaviour). Berdasarka ketiga komponen ini dapat dikatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.
Sedangkan pendidikan karakter menurut kamus Psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).
Dengan pengertian diatas, dapat dipahami bahwa karakter identik dengan akhlak, sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh aktivitas manusia. Baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhan, dengan dirinya, maupun dengan lingkungannya, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Tujuan Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter pada intinya, bertujuan untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pancasila. Pendidikan karakter berfungsi untuk :
1. Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, berpikir baik, dan berperilaku baik.
2. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.
3. Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai media yang mencakup keluarga, masyarakat politik, pemerintah, dunia usaha, dan media masa.
Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter
Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu :
~ Religius
~ Jujur
~ Toleransi
~ Disiplin
~ Kerja keras
~ Jujur
~ Toleransi
~ Disiplin
~ Kerja keras
~ Kreatif
~ Mandiri
~ Demokratis
~ Rasa ingin tahu
~ Semangat kebangsaan
~ Cinta tanah air
~ Menghargai prestasi
~ Bersahabat/ Komunikatif
~ Cinta damai
~ Gemar membaca
~ Peduli lingkungan
~ Peduli sosial
~ Tanggung jawab
Pendidikan karakter bukan hanya untuk kepentingan individu, namun merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Jika pendidikan karakter ini telah mengakar dalam diri setiap diri manusia, maka tidak akan terjadi krisis moral seperti yang telah disebut diatas.
Dalam mengajarkan pendidikan karakter ini juga ada beberapa metode yang harus dilakukan. Agar dapat tercapai apa yang diinginkan dan untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Metode yang harus dilakukan diantara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.
Sumber :
Haryanto, S.Pd. dalam Belajarpsikologi.com
Diakses pada tanggal 12 April 2015, 15.30 Wib.
~ Mandiri
~ Demokratis
~ Rasa ingin tahu
~ Semangat kebangsaan
~ Cinta tanah air
~ Menghargai prestasi
~ Bersahabat/ Komunikatif
~ Cinta damai
~ Gemar membaca
~ Peduli lingkungan
~ Peduli sosial
~ Tanggung jawab
Pendidikan karakter bukan hanya untuk kepentingan individu, namun merupakan kepentingan seluruh masyarakat. Jika pendidikan karakter ini telah mengakar dalam diri setiap diri manusia, maka tidak akan terjadi krisis moral seperti yang telah disebut diatas.
Dalam mengajarkan pendidikan karakter ini juga ada beberapa metode yang harus dilakukan. Agar dapat tercapai apa yang diinginkan dan untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Metode yang harus dilakukan diantara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.
Sumber :
Haryanto, S.Pd. dalam Belajarpsikologi.com
Diakses pada tanggal 12 April 2015, 15.30 Wib.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar